mari kita uraikan satu per satu
tentang sejarah masa lalu
tentang detik demi detik yang tengah berlompatan
dan masa depan yang begitu sulit diraba
bukankah telah berulang kali diceritakan
dalam lelaki ini
bersemayam iblis paling sadis
tertidur pulas malaikat pencabut nyawa
jangan usik mereka...
mari kita bahas segala perkara
dari syair-syair yang pernah mengalir
rahasia yang pernah terungkit
dan kenangan yang semestinya rapat tersimpan
bukankah begitu sering disebut-sebut
bahwa hidup lelaki ini
demi misi yang direkanya sendiri
dan takdir hanyalah untuk diperangi
ia baru saja dikalahkan
dengan cara yang demikian kejam…
Kamis, 13 November 2008
Was Wes Wos
mari kita uraikan satu per satu
tentang sejarah masa lalu
tentang detik demi detik yang tengah berlompatan
dan masa depan yang begitu sulit diraba
bukankah telah berulang kali diceritakan
dalam lelaki ini
bersemayam iblis paling sadis
tertidur pulas malaikat pencabut nyawa
jangan usik mereka...
mari kita bahas segala perkara
dari syair-syair yang pernah mengalir
rahasia yang pernah terungkit
dan kenangan yang semestinya rapat tersimpan
bukankah begitu sering disebut-sebut
bahwa hidup lelaki ini
demi misi yang direkanya sendiri
dan takdir hanyalah untuk diperangi
ia baru saja dikalahkan
dengan cara yang demikian kejam…
tentang sejarah masa lalu
tentang detik demi detik yang tengah berlompatan
dan masa depan yang begitu sulit diraba
bukankah telah berulang kali diceritakan
dalam lelaki ini
bersemayam iblis paling sadis
tertidur pulas malaikat pencabut nyawa
jangan usik mereka...
mari kita bahas segala perkara
dari syair-syair yang pernah mengalir
rahasia yang pernah terungkit
dan kenangan yang semestinya rapat tersimpan
bukankah begitu sering disebut-sebut
bahwa hidup lelaki ini
demi misi yang direkanya sendiri
dan takdir hanyalah untuk diperangi
ia baru saja dikalahkan
dengan cara yang demikian kejam…
Selasa, 04 November 2008
Goodbye, Pluto....
SEANDAINYA saja ia masih hidup, pastilah Clyde Tombaugh saat ini tengah uring-uringan dan marah besar. Bagaimana lagi. Pluto, benda luar angkasa yang ia temukan lewat teropongnya di Observatorium Lowell Arizona Utara pada awal abad duapuluh telah ditendang keluar dari daftar planet pengorbit tata surya kita. Dengan alasan yang dibuat-buat, para astronom dunia yang terkumpul dalam International Astronomical Union (IAU) mengumumkan suatu definisi baru tentang pengertian sebuah planet. Sialnya, Pluto tidak memenuhi kriteria-kriteria itu.
Pertama kali ditemukan di tahun 1930, Pluto dengan cepat menyedot perhatian besar dunia. Kartunis Disney sampai menamakan tokoh hewan peliharaan Mickey Mouse karyanya berdasarkan nama planet tersebut. Pluto begitu sesuai dengan “karakter” sebagai anggota tata surya paling bungsu. Planet terjauh dan terkecil dengan arah rotasi dan bentuk lintasan orbit yang agak anomali dibandingkan delapan planet lain. Saking jauhnya, ia membutuhkan waktu 248 tahun waktu Bumi untuk melakukan revolusi terhadap matahari. Ukurannya pun bahkan lebih kecil dari bulan. Tapi justru dengan keunikan-keunikannya itulah Pluto segera menjadi planet favorit banyak orang. Anak sekolah di seluruh dunia lebih tahu nama planet terjauh dari matahari dibandingkan planet terdekatnya. Apa yang telah dicapai Clyde Tombaugh bukan sekedar menemukan sebuah planet baru, tapi lebih dari itu. Pluto telah menumbuhkan romantisme, aspirasi, bahkan religi bagi banyak orang. Tuhan telah melengkapi tata surya kita dengan sejumlah planet dengan angka yang cantik: sembilan.
Sayang sekali, menurut definisi baru IAU dalam konferensi mereka selama dua minggu di Praha tahun lalu, suatu benda angkasa mendapat status sebagai planet jika ia memenuhi tiga kriteria sebagai berikut: mengorbit matahari, memiliki ukuran dan massa cukup besar, bebas dari benda-benda angkasa lain di sekitar orbitnya.
Bayangkan, hanya karena ukurannya yang lebih kecil dari bulan dan mulai ditemukannya benda angkasa lain dengan karakteristik mirip Pluto di dekatnya, Pluto harus kehilangan statusnya sebagai sebuah planet! Keputusan tersebut bahkan dikeluarkan sebelum satu misi pun sampai ke sana. Dan Pluto merupakan satu-satunya “planet” anggota tata surya yang belum pernah disinggahi. Sebuah keputusan yang tidak adil. Dan, begitu pentingnyakah ukuran?
Keputusan IAU mengeluarkan Pluto dari daftar planet pengorbit tata surya tentu merupakan keputusan yang menusuk jantung dan menyerang urat syaraf banyak orang. Apa perasaan anak-cucu Percival Lowell, seorang astronom yang pertama kali menduga adanya planet ke sembilan? Bagaimana penasaran arwah sang penemu Clyde Tombaugh yang kematiannya belum lagi sepuluh tahun lalu? Seperti apa kesedihan Venetia Burney, seorang gadis kecil berusia sebelas tahun (di tahun 1930) yang mengusulkan nama Pluto bagi “planet” tersebut. Lalu, bagaimana nasib hewan peliharaan Mickey Mouse? Haruskah ia berganti nama menjadi … Neptune? Keputusan itu pun akan berpengaruh besar pada industri mainan dan poster tata surya. Ilmu astrologi harus dirumus kembali. Marthen Kanginan harus merevisi ulang buku-buku fisika sekolah yang disusunnya. Buku-buku ensiklopedia yang terlanjut diterbitkan harus ditarik dari peredaran. Dan jumlah tata surya kita bukan lagi angka cantik: delapan.
Kemudian, muncul pertanyaan satu juta dollar. Bila Pluto bukan sebuah planet, lalu apa?
Untuk sementara waktu, IAU menggolongkan Pluto sebagai Dwarf Planet atau planet kerdil dan memasukkannya ke dalam anggota Kuiper Belt sampai fakta baru ditemukan menyusul misi pesawat ulang-alik New Horizons yang diperkirakan sampai di Pluto lima tahun mendatang.
Kemudian, muncul pertanyaan seratus juta dollar. Bila Mickey adalah tikus, Donald adalah bebek, dan Guffy adalah anjing, lalu Pluto hewan apa?
Andi Eriawan
Awal 2007
kangen kumpul lagi, Bonk...
Artikel di atas ditulis nyaris dua tahun yang lalu. Ada perasaan sedih mengingat saya dan Pluto cukup akrab. Dan mengucapkan selamat tinggal sangatlah berat. Di masa depan, pada anak saya kelak, saya mungkin akan bilang begini, "Dulu, Aisa, ada satu lagi selain mereka yang delapan ini. Pluto namanya..."
Selamat tinggal.
"If I wasn't a transvestite terrorist, would you marry me?"
[Patrick "Kitten" Braden, Breakfast at Pluto]
Pertama kali ditemukan di tahun 1930, Pluto dengan cepat menyedot perhatian besar dunia. Kartunis Disney sampai menamakan tokoh hewan peliharaan Mickey Mouse karyanya berdasarkan nama planet tersebut. Pluto begitu sesuai dengan “karakter” sebagai anggota tata surya paling bungsu. Planet terjauh dan terkecil dengan arah rotasi dan bentuk lintasan orbit yang agak anomali dibandingkan delapan planet lain. Saking jauhnya, ia membutuhkan waktu 248 tahun waktu Bumi untuk melakukan revolusi terhadap matahari. Ukurannya pun bahkan lebih kecil dari bulan. Tapi justru dengan keunikan-keunikannya itulah Pluto segera menjadi planet favorit banyak orang. Anak sekolah di seluruh dunia lebih tahu nama planet terjauh dari matahari dibandingkan planet terdekatnya. Apa yang telah dicapai Clyde Tombaugh bukan sekedar menemukan sebuah planet baru, tapi lebih dari itu. Pluto telah menumbuhkan romantisme, aspirasi, bahkan religi bagi banyak orang. Tuhan telah melengkapi tata surya kita dengan sejumlah planet dengan angka yang cantik: sembilan.
Sayang sekali, menurut definisi baru IAU dalam konferensi mereka selama dua minggu di Praha tahun lalu, suatu benda angkasa mendapat status sebagai planet jika ia memenuhi tiga kriteria sebagai berikut: mengorbit matahari, memiliki ukuran dan massa cukup besar, bebas dari benda-benda angkasa lain di sekitar orbitnya.
Bayangkan, hanya karena ukurannya yang lebih kecil dari bulan dan mulai ditemukannya benda angkasa lain dengan karakteristik mirip Pluto di dekatnya, Pluto harus kehilangan statusnya sebagai sebuah planet! Keputusan tersebut bahkan dikeluarkan sebelum satu misi pun sampai ke sana. Dan Pluto merupakan satu-satunya “planet” anggota tata surya yang belum pernah disinggahi. Sebuah keputusan yang tidak adil. Dan, begitu pentingnyakah ukuran?
Keputusan IAU mengeluarkan Pluto dari daftar planet pengorbit tata surya tentu merupakan keputusan yang menusuk jantung dan menyerang urat syaraf banyak orang. Apa perasaan anak-cucu Percival Lowell, seorang astronom yang pertama kali menduga adanya planet ke sembilan? Bagaimana penasaran arwah sang penemu Clyde Tombaugh yang kematiannya belum lagi sepuluh tahun lalu? Seperti apa kesedihan Venetia Burney, seorang gadis kecil berusia sebelas tahun (di tahun 1930) yang mengusulkan nama Pluto bagi “planet” tersebut. Lalu, bagaimana nasib hewan peliharaan Mickey Mouse? Haruskah ia berganti nama menjadi … Neptune? Keputusan itu pun akan berpengaruh besar pada industri mainan dan poster tata surya. Ilmu astrologi harus dirumus kembali. Marthen Kanginan harus merevisi ulang buku-buku fisika sekolah yang disusunnya. Buku-buku ensiklopedia yang terlanjut diterbitkan harus ditarik dari peredaran. Dan jumlah tata surya kita bukan lagi angka cantik: delapan.
Kemudian, muncul pertanyaan satu juta dollar. Bila Pluto bukan sebuah planet, lalu apa?
Untuk sementara waktu, IAU menggolongkan Pluto sebagai Dwarf Planet atau planet kerdil dan memasukkannya ke dalam anggota Kuiper Belt sampai fakta baru ditemukan menyusul misi pesawat ulang-alik New Horizons yang diperkirakan sampai di Pluto lima tahun mendatang.
Kemudian, muncul pertanyaan seratus juta dollar. Bila Mickey adalah tikus, Donald adalah bebek, dan Guffy adalah anjing, lalu Pluto hewan apa?
Andi Eriawan
Awal 2007
kangen kumpul lagi, Bonk...
Artikel di atas ditulis nyaris dua tahun yang lalu. Ada perasaan sedih mengingat saya dan Pluto cukup akrab. Dan mengucapkan selamat tinggal sangatlah berat. Di masa depan, pada anak saya kelak, saya mungkin akan bilang begini, "Dulu, Aisa, ada satu lagi selain mereka yang delapan ini. Pluto namanya..."
Selamat tinggal.
"If I wasn't a transvestite terrorist, would you marry me?"
[Patrick "Kitten" Braden, Breakfast at Pluto]
Goodbye, Pluto....
SEANDAINYA saja ia masih hidup, pastilah Clyde Tombaugh saat ini tengah uring-uringan dan marah besar. Bagaimana lagi. Pluto, benda luar angkasa yang ia temukan lewat teropongnya di Observatorium Lowell Arizona Utara pada awal abad duapuluh telah ditendang keluar dari daftar planet pengorbit tata surya kita. Dengan alasan yang dibuat-buat, para astronom dunia yang terkumpul dalam International Astronomical Union (IAU) mengumumkan suatu definisi baru tentang pengertian sebuah planet. Sialnya, Pluto tidak memenuhi kriteria-kriteria itu.
Pertama kali ditemukan di tahun 1930, Pluto dengan cepat menyedot perhatian besar dunia. Kartunis Disney sampai menamakan tokoh hewan peliharaan Mickey Mouse karyanya berdasarkan nama planet tersebut. Pluto begitu sesuai dengan “karakter” sebagai anggota tata surya paling bungsu. Planet terjauh dan terkecil dengan arah rotasi dan bentuk lintasan orbit yang agak anomali dibandingkan delapan planet lain. Saking jauhnya, ia membutuhkan waktu 248 tahun waktu Bumi untuk melakukan revolusi terhadap matahari. Ukurannya pun bahkan lebih kecil dari bulan. Tapi justru dengan keunikan-keunikannya itulah Pluto segera menjadi planet favorit banyak orang. Anak sekolah di seluruh dunia lebih tahu nama planet terjauh dari matahari dibandingkan planet terdekatnya. Apa yang telah dicapai Clyde Tombaugh bukan sekedar menemukan sebuah planet baru, tapi lebih dari itu. Pluto telah menumbuhkan romantisme, aspirasi, bahkan religi bagi banyak orang. Tuhan telah melengkapi tata surya kita dengan sejumlah planet dengan angka yang cantik: sembilan.
Sayang sekali, menurut definisi baru IAU dalam konferensi mereka selama dua minggu di Praha tahun lalu, suatu benda angkasa mendapat status sebagai planet jika ia memenuhi tiga kriteria sebagai berikut: mengorbit matahari, memiliki ukuran dan massa cukup besar, bebas dari benda-benda angkasa lain di sekitar orbitnya.
Bayangkan, hanya karena ukurannya yang lebih kecil dari bulan dan mulai ditemukannya benda angkasa lain dengan karakteristik mirip Pluto di dekatnya, Pluto harus kehilangan statusnya sebagai sebuah planet! Keputusan tersebut bahkan dikeluarkan sebelum satu misi pun sampai ke sana. Dan Pluto merupakan satu-satunya “planet” anggota tata surya yang belum pernah disinggahi. Sebuah keputusan yang tidak adil. Dan, begitu pentingnyakah ukuran?
Keputusan IAU mengeluarkan Pluto dari daftar planet pengorbit tata surya tentu merupakan keputusan yang menusuk jantung dan menyerang urat syaraf banyak orang. Apa perasaan anak-cucu Percival Lowell, seorang astronom yang pertama kali menduga adanya planet ke sembilan? Bagaimana penasaran arwah sang penemu Clyde Tombaugh yang kematiannya belum lagi sepuluh tahun lalu? Seperti apa kesedihan Venetia Burney, seorang gadis kecil berusia sebelas tahun (di tahun 1930) yang mengusulkan nama Pluto bagi “planet” tersebut. Lalu, bagaimana nasib hewan peliharaan Mickey Mouse? Haruskah ia berganti nama menjadi … Neptune? Keputusan itu pun akan berpengaruh besar pada industri mainan dan poster tata surya. Ilmu astrologi harus dirumus kembali. Marthen Kanginan harus merevisi ulang buku-buku fisika sekolah yang disusunnya. Buku-buku ensiklopedia yang terlanjut diterbitkan harus ditarik dari peredaran. Dan jumlah tata surya kita bukan lagi angka cantik: delapan.
Kemudian, muncul pertanyaan satu juta dollar. Bila Pluto bukan sebuah planet, lalu apa?
Untuk sementara waktu, IAU menggolongkan Pluto sebagai Dwarf Planet atau planet kerdil dan memasukkannya ke dalam anggota Kuiper Belt sampai fakta baru ditemukan menyusul misi pesawat ulang-alik New Horizons yang diperkirakan sampai di Pluto lima tahun mendatang.
Kemudian, muncul pertanyaan seratus juta dollar. Bila Mickey adalah tikus, Donald adalah bebek, dan Guffy adalah anjing, lalu Pluto hewan apa?
Andi Eriawan
Awal 2007
kangen kumpul lagi, Bonk...
Artikel di atas ditulis nyaris dua tahun yang lalu. Ada perasaan sedih mengingat saya dan Pluto cukup akrab. Dan mengucapkan selamat tinggal sangatlah berat. Di masa depan, pada anak saya kelak, saya mungkin akan bilang begini, "Dulu, Aisa, ada satu lagi selain mereka yang delapan ini. Pluto namanya..."
Selamat tinggal.
"If I wasn't a transvestite terrorist, would you marry me?"
[Patrick "Kitten" Braden, Breakfast at Pluto]
Pertama kali ditemukan di tahun 1930, Pluto dengan cepat menyedot perhatian besar dunia. Kartunis Disney sampai menamakan tokoh hewan peliharaan Mickey Mouse karyanya berdasarkan nama planet tersebut. Pluto begitu sesuai dengan “karakter” sebagai anggota tata surya paling bungsu. Planet terjauh dan terkecil dengan arah rotasi dan bentuk lintasan orbit yang agak anomali dibandingkan delapan planet lain. Saking jauhnya, ia membutuhkan waktu 248 tahun waktu Bumi untuk melakukan revolusi terhadap matahari. Ukurannya pun bahkan lebih kecil dari bulan. Tapi justru dengan keunikan-keunikannya itulah Pluto segera menjadi planet favorit banyak orang. Anak sekolah di seluruh dunia lebih tahu nama planet terjauh dari matahari dibandingkan planet terdekatnya. Apa yang telah dicapai Clyde Tombaugh bukan sekedar menemukan sebuah planet baru, tapi lebih dari itu. Pluto telah menumbuhkan romantisme, aspirasi, bahkan religi bagi banyak orang. Tuhan telah melengkapi tata surya kita dengan sejumlah planet dengan angka yang cantik: sembilan.
Sayang sekali, menurut definisi baru IAU dalam konferensi mereka selama dua minggu di Praha tahun lalu, suatu benda angkasa mendapat status sebagai planet jika ia memenuhi tiga kriteria sebagai berikut: mengorbit matahari, memiliki ukuran dan massa cukup besar, bebas dari benda-benda angkasa lain di sekitar orbitnya.
Bayangkan, hanya karena ukurannya yang lebih kecil dari bulan dan mulai ditemukannya benda angkasa lain dengan karakteristik mirip Pluto di dekatnya, Pluto harus kehilangan statusnya sebagai sebuah planet! Keputusan tersebut bahkan dikeluarkan sebelum satu misi pun sampai ke sana. Dan Pluto merupakan satu-satunya “planet” anggota tata surya yang belum pernah disinggahi. Sebuah keputusan yang tidak adil. Dan, begitu pentingnyakah ukuran?
Keputusan IAU mengeluarkan Pluto dari daftar planet pengorbit tata surya tentu merupakan keputusan yang menusuk jantung dan menyerang urat syaraf banyak orang. Apa perasaan anak-cucu Percival Lowell, seorang astronom yang pertama kali menduga adanya planet ke sembilan? Bagaimana penasaran arwah sang penemu Clyde Tombaugh yang kematiannya belum lagi sepuluh tahun lalu? Seperti apa kesedihan Venetia Burney, seorang gadis kecil berusia sebelas tahun (di tahun 1930) yang mengusulkan nama Pluto bagi “planet” tersebut. Lalu, bagaimana nasib hewan peliharaan Mickey Mouse? Haruskah ia berganti nama menjadi … Neptune? Keputusan itu pun akan berpengaruh besar pada industri mainan dan poster tata surya. Ilmu astrologi harus dirumus kembali. Marthen Kanginan harus merevisi ulang buku-buku fisika sekolah yang disusunnya. Buku-buku ensiklopedia yang terlanjut diterbitkan harus ditarik dari peredaran. Dan jumlah tata surya kita bukan lagi angka cantik: delapan.
Kemudian, muncul pertanyaan satu juta dollar. Bila Pluto bukan sebuah planet, lalu apa?
Untuk sementara waktu, IAU menggolongkan Pluto sebagai Dwarf Planet atau planet kerdil dan memasukkannya ke dalam anggota Kuiper Belt sampai fakta baru ditemukan menyusul misi pesawat ulang-alik New Horizons yang diperkirakan sampai di Pluto lima tahun mendatang.
Kemudian, muncul pertanyaan seratus juta dollar. Bila Mickey adalah tikus, Donald adalah bebek, dan Guffy adalah anjing, lalu Pluto hewan apa?
Andi Eriawan
Awal 2007
kangen kumpul lagi, Bonk...
Artikel di atas ditulis nyaris dua tahun yang lalu. Ada perasaan sedih mengingat saya dan Pluto cukup akrab. Dan mengucapkan selamat tinggal sangatlah berat. Di masa depan, pada anak saya kelak, saya mungkin akan bilang begini, "Dulu, Aisa, ada satu lagi selain mereka yang delapan ini. Pluto namanya..."
Selamat tinggal.
"If I wasn't a transvestite terrorist, would you marry me?"
[Patrick "Kitten" Braden, Breakfast at Pluto]
Minggu, 02 November 2008
tahukah... tahukah
hey, kamu yang jauh di sana
yang diam-diam
dan sungguh-sungguh
memperhatikan
yang sudah begitu lama
tidak tertawa
yang menangis
pada jam-jam malam
yang selalu mengadu
pada riak air mengalir
tahukah.. tahukah..
saya hendak menguasai dunia
ah..
mungkin kamu langsung mencibir
tidak... tidak...
saya tidak sedang bercanda
akan saya kalahkan mereka
satu per satu
setiap yang menghalangi
akan saya kuasai
seluruh hati manusia
bikin mereka menangis
atau tertawa
sesuka saya...
tahukah... tahukah
hey, kamu yang jauh di sana
yang diam-diam
dan sungguh-sungguh
memperhatikan
yang sudah begitu lama
tidak tertawa
yang menangis
pada jam-jam malam
yang selalu mengadu
pada riak air mengalir
tahukah.. tahukah..
saya hendak menguasai dunia
ah..
mungkin kamu langsung mencibir
tidak... tidak...
saya tidak sedang bercanda
akan saya kalahkan mereka
satu per satu
setiap yang menghalangi
akan saya kuasai
seluruh hati manusia
bikin mereka menangis
atau tertawa
sesuka saya...
Jumat, 31 Oktober 2008
Aisa Sayang, Aisa Malang...
Aisa sayang, ketika menulis ini, bapak sedang berada dalam cobaan-Nya. Sudah tiga hari tubuh satu-satunya ini dilanda panas dan demam. Kemampuan bapak dalam mencicipi makanan pun ditawan entah sampai kapan. Tidak berasa itu makanan. Sampai merokok pun tak enak rasa. Di malam hari, tidur bapak gelisah gundah gulana. Pantat pun tidak bisa diam di satu tempat saja. Semua posisi selalu serba salah. Setiap pukul dua dini hari bapak terbangun lalu ke kamar mandi. Tidak usahlah bapak jelaskan di sana apa yang terjadi.
Aisa malang, jika ada yang harus disalahkan dengan nasib buruk yang menimpa bapak ini, maka ibumulah pelakunya. Ya, ibumu. Pesonanya yang ia tebar, kisah-kisah yang ia ceritakan dalam surat-suratnya, serta mimpi-mimpinya yang ia bagi pada bapak sudah cukup lama menjadi candu yang memabukkan. Kadang-kadang sampai slebor bapak dibuatnya. Tidak jarang tertawa sendiri. Atau sekedar senyum menawan, menangis tersedu pilu.
Lalu tiba-tiba saja dihentikannya semua itu tanpa aba-aba terlebih dahulu. Dua minggu, sebutnya. Itu pun bisa lebih lama, atau jika kami beruntung, bisa kurang dari itu.
Karenanya, Aisa. Jangan terkejut seandainya kelak kamu temukan bapak sedang berada di pusat rehabilitasi. Atau di pesantren Abah Anom, Tasik.
Sekali lagi. Ibumu itu, Aisa, pelakunya.
"I don't need drugs to make my life tragic."
[Anonymous]
Langganan:
Postingan (Atom)