Rabu, 15 Oktober 2008

Bram, oh, Bram...


Tepat sewaktu pulang kantor, HP saya bergetar tanda masuknya panggilan. Sebaris nomor asing yang tidak saya kenal muncul di layar.

“ANDI!!”
“Ya, halo? Ini Siapa?”
“Cepe.”
“Iya, Cepe. Bagaimana?”
”Kamu belum telepon si Icha??!!”
“Belum, Pe.”
“Yeee. Kamu bagaimana, sih!! Dia tanya-tanya saya, kenapa belum kamu hubungi! Saya kan jadi malu, sudah kasih janji kamu mau hubungi dia!”
”Soalnya saya bingung mau hubungi dia apa. Saya belum kenal. Ngga tahu asal-usul, background, dan sebagaimya. Wajahnya pun masih misteri buat saya. Kamu kan tahu, saya benci film horor.”
“Ya, ajak kenalan, dong! Justru itu sebabnya saya kasih kamu nomor hapenya.”
”Saya ngga bisa ngajak kenalan, Cepe. Dalam masalah ini, saya sangat pemalu. Kalau saya bisa ngajak kenalan perempuan, saya pasti sudah jadi playboy.”
”Ya, belajar, dong! Telepon dia. Bilang aja, kamu temen Cepe.”
”Saya sudah belajar dari dulu-dulu. Ngga pernah bisa. Ibaratnya kuliah, saya sudah di D.O.”
”Ah, itu kan tergantung dosennya. Kamu selalu ketemu dengan guru yang salah. Saya yang ajarin kali ini. Ibarat dosen, saya ini sudah profesor penuh pengalaman.”
”Tapi, Pe. Masalahnya, saya sudah punya balon. Bakal calon. Sekiranya mengalir lancar, saya akan menikah tahun depan sebelum pemilihan umum.”
”Andi, itu masih lama. Perempuan yang sedang kita bicarakan ini siap menikah kapan kamu mau, kalau cocok dengan kamu.”
”Cepe, saya ngga peduli. Saya ngga mau kehilangan bakal calon saya yang sangat berharga. Dia perempuan pintar menawar, sabar mengajar, tabah penemuan, cantik juwita, cerdik cendikia, keibuan dan soleh solehah. Dia orang yang saya cari-cari selama ini. Kamu kan tahu, saya selalu mencari jarum di tumpukan jerami.”
”Andi... kamu akan sangat menyesal kalau sampai menampik. Teman saya ini cantik sekali banget pisan! Mantap! Kamu kan tahu selera saya tidak pernah salah.”
...
...
”Cepe, nomor telepon Icha berapa? Kehapus.”
”08xxyyxxzzz.”
”Oke, saya akan kirim sms bang sms.”
“Bagus, Andi. Saya janji, kamu ngga akan menyesal. Reputasi saya yang dijadikan taruhannya.”

Klik.

Dengan terpaksa dan juga penasaran, demi hubungan baik saya dengan Cepe, maka saya kirim sms ke Neng Icha.

To: 08xxyyxxzzz
Ichaaaaa...!!! Gua mo merit, gilingan!! Hari Minggu siang di kologdam tanggal 26 okt. Datang yaaa... Awas kalo ngga! Tolong kasih tau temen-temen yang laen...
-Bram-





Maafkan saya, Cepe.
Maafkan saya, Icha.


Juga, Bram.


2 komentar:

Monique mengatakan...

Yakennnnnnn ga nyesel dah sms gitu sama Icha ?

Selamat yah, taon depan dah nemu tempat penuntasan. xixixi

Enno mengatakan...

hehe gokil! :D