Minggu, 05 Oktober 2008

Putriku, Aisa (2)




Aisa, sayang.
Besok bapak berulang tahun. Kado apa yang sudah kamu siapkan? Bapak harap kado kamu tidak seperti yang selama ini ibumu berikan. Seleranya aneh. Waktu ulang tahun ke-22, masa bapak dihadiahi boneka? Setahun kemudian, bapak menerima cd lagu padahal bapak ngga punya mesin pemutarnya. Lalu ada sebatang cokelat yang menyebabkan bapak tumbuh lima jerawat. Salah satunya di pantat. Pernah juga bapak menerima novel Harry Potter 2, sedangkan nomor pertamanya belum bapak baca. Tapi, sayang, jangan pernah ceritakan ini pada ibumu. ya. Bagaimana lagi. Bapak tetap suka dengan yang gratis-gratis.

Aisa Adinda Kita.
Sejujurnya, sejak kemarin malam bapak sedang kesal sekali. Sangat kesal. Kamu tahu siapa penyebabnya? Ibumu. Tidak, tenang, Aisa. Bapak tetap cinta dan setia. Akh, kamu pasti akan kesulitan untuk mengerti hubungan kami. Nanti, setelah tiba waktunya kamu akan mengerti. Karena itu, tadi malam bapak mencari pelampiasan. Kamu tahu, Aisa, apa yang bapak lakukan jika sedang kesal? Makan. Tidak. Bukan sembarang makan. Yang bapak makan adalah makanan mahal, kurang enak dan tidak kenyang.

Karena itu, sayang, jika kelak kamu menikah dengan seseorang, pastikan lelaki itu tahan iman menghadapi segala sikapmu. Jika tidak, anak-anakmu seperti kamu jadinya. Kamu terpaksa disekolahkan di sekolah yang murah biaya. Bagaimana lagi. Tabungan bapak banyak dihabiskan di restoran-restoran.

Putriku, Aisa (2)




Aisa, sayang.
Besok bapak berulang tahun. Kado apa yang sudah kamu siapkan? Bapak harap kado kamu tidak seperti yang selama ini ibumu berikan. Seleranya aneh. Waktu ulang tahun ke-22, masa bapak dihadiahi boneka? Setahun kemudian, bapak menerima cd lagu padahal bapak ngga punya mesin pemutarnya. Lalu ada sebatang cokelat yang menyebabkan bapak tumbuh lima jerawat. Salah satunya di pantat. Pernah juga bapak menerima novel Harry Potter 2, sedangkan nomor pertamanya belum bapak baca. Tapi, sayang, jangan pernah ceritakan ini pada ibumu. ya. Bagaimana lagi. Bapak tetap suka dengan yang gratis-gratis.

Aisa Adinda Kita.
Sejujurnya, sejak kemarin malam bapak sedang kesal sekali. Sangat kesal. Kamu tahu siapa penyebabnya? Ibumu. Tidak, tenang, Aisa. Bapak tetap cinta dan setia. Akh, kamu pasti akan kesulitan untuk mengerti hubungan kami. Nanti, setelah tiba waktunya kamu akan mengerti. Karena itu, tadi malam bapak mencari pelampiasan. Kamu tahu, Aisa, apa yang bapak lakukan jika sedang kesal? Makan. Tidak. Bukan sembarang makan. Yang bapak makan adalah makanan mahal, kurang enak dan tidak kenyang.

Karena itu, sayang, jika kelak kamu menikah dengan seseorang, pastikan lelaki itu tahan iman menghadapi segala sikapmu. Jika tidak, anak-anakmu seperti kamu jadinya. Kamu terpaksa disekolahkan di sekolah yang murah biaya. Bagaimana lagi. Tabungan bapak banyak dihabiskan di restoran-restoran.

Jumat, 03 Oktober 2008

Sleepless




Tadi malam saya ngga bisa tidur. Bukan. Bukan karena mikirin kamu. Tapi, karena kamar saya ngga rapi. Itu aja.

"Life is something that happens when you can't get to sleep."
[Fran Lebowitz
]

Sleepless




Tadi malam saya ngga bisa tidur. Bukan. Bukan karena mikirin kamu. Tapi, karena kamar saya ngga rapi. Itu aja.

"Life is something that happens when you can't get to sleep."
[Fran Lebowitz
]

White Flag

tiba-tiba
kamu mengajak kita melihat laut bersama
sialan
apakah kamu tidak tahu
cuaca memburuk akhir-akhir ini
angin bertiup kencang menerbangkan apa saja
ombak pasang hingga beberapa meter tingginya
nelayan saja sampai terhalang mencari nafkah
dan kapal-kapal laut terpaksa ditambatkan di dermaga


hey, kamu
perempuan yang pernah kuceritakan pada dunia
semua telah usai
segala telah usang
bendera putih sudah cukup lama dikibarkan
aku telah lama menyerah

peperangan ini
kamu pemenangnya

White Flag

tiba-tiba
kamu mengajak kita melihat laut bersama
sialan
apakah kamu tidak tahu
cuaca memburuk akhir-akhir ini
angin bertiup kencang menerbangkan apa saja
ombak pasang hingga beberapa meter tingginya
nelayan saja sampai terhalang mencari nafkah
dan kapal-kapal laut terpaksa ditambatkan di dermaga


hey, kamu
perempuan yang pernah kuceritakan pada dunia
semua telah usai
segala telah usang
bendera putih sudah cukup lama dikibarkan
aku telah lama menyerah

peperangan ini
kamu pemenangnya

Kamis, 02 Oktober 2008

Minal Minul

Sampailah saya pada bagian yang paling menyebalkan dalam berlebaran, yaitu memaafkan. Tiba-tiba saja saya dituntut untuk memberi maaf pada mereka. Kesalahan segunung, minta dihapus dengan modal sms di bawah seratus perak. Itu pun tanpa menyebutkan nama saya, menandakan sms tersebut dikirim secara massal ke banyak orang.

Saya... seorang saya... mereka sama ratakan dengan lainnya?

Termasuk kamu, yang tiba-tiba muncul di malam buta. Minta maaf saja tidak cukup. Apalagi sampai minta oleh-oleh.

Huh!

Jika memaafkan semudah mengirim sms, tentu para polisi, jaksa penuntut, hakim, satpam dan hansip akan berubah profesi menjadi penjual voucher pulsa. Dan para penjual voucher pulsa akan merajalela di mana-mana.

Minal minul wal paijul
Mohon mangap lebar-lebar

Semoga bla bla bla


Kosong-kosong, ya..

"I'm sorry I can't help myself, I'm in love with you.”
[anonymous]