pernah pada suatu pagi
seusai kami sembahyang subuh
ibu memanggil saya masuk ke dalam kamarnya
dan berbisik
“Lihat ini.”
selembar cek atas pembelian mobil pertama keluarga kami
saya baru kelas empat sd waktu itu
di suatu hari yang cerah
sewaktu saya siap-siap berangkat ke sekolah
ibu memanggil dari arah dapur
tangannya masih sibuk dengan penggorengan
“Andi, coba lihat di halaman siapa yang datang.”
tiga orang menurunkan sebuah sepeda motor ke dalam garasi rumah
“Jangan mengebut, ya.”
ibu saya
si pembuat kejutan
sewaktu saya masuk smp
sewaktu masuk sma
kuliah
lulus
dan diterima kerja…
di kampung sana
ibu selalu melangsungkan syukuran
dan membagi-bagikan makanan
pada mereka yang membutuhkan
tanpa sepengetahuan saya
puteranya
ibu saya
juru doa setia
setelah tiada
oleh siapa
doa untuk saya
dilantunkan?
hidup ini berat ya, bu…
3 komentar:
kang andi, pusisi ini membuat pelupuk mata saya menghangat, merindukan bundaku yang sedang berada di rumah sana..
Mulai skr kamu doa sendiri Ndi, kamu jg harus mendoakan beliau..
katanya: Doa istri yg solehah menjadi pengganti doa ibu, bgitu katanya mas andi :)
Posting Komentar