
"Menunggu itu sebagian dari kencan."
[Haruka, H2]
tapi, kok lama ya...
"Saya ingin jadi perempuan yang berbinar-binar, Andi, yang punya mata bercahaya seperti senter yang batereinya baru semua, dengan hati yang cukup besar untuk dibagikan kepada siapapun yang saya jumpai."
"Saya ingin jadi perempuan yang berbinar-binar, Andi, yang punya mata bercahaya seperti senter yang batereinya baru semua, dengan hati yang cukup besar untuk dibagikan kepada siapapun yang saya jumpai."

Seseorang di seberang meja nun jauh di sana berjarak milyaran langkah telah melemparkan tuduhan yang kurang bertanggung jawab. “Kamu lebih tahu perempuan daripada apa yang diketahui Sigmund Freud.”Tapi yang lebih hebat lagi adalah… saya tidak cukup mengerti bagaimana meminta maaf. Bayangkan, setelah melakukan serangkaian kesalahan-kesalahan itu, entah bagaimana, saya bisa dengan santai muncul di hadapan mereka dengan wajah cengengesan. Itu karena mati gaya, tentu saja. Salah tingkah. Pengetahuan saya tidak mencakup bagaimana cara menarik kembali simpati mereka. Kebiasaan buruk saya adalah menunggu dan menunggu sampai kebesaran hati merekalah yang membuat saya kembali diterima.
"That woman deserves her revenge and we deserve to die." [Budd, Kill Bill: Vol I]
Seseorang di seberang meja nun jauh di sana berjarak milyaran langkah telah melemparkan tuduhan yang kurang bertanggung jawab. “Kamu lebih tahu perempuan daripada apa yang diketahui Sigmund Freud.”Tapi yang lebih hebat lagi adalah… saya tidak cukup mengerti bagaimana meminta maaf. Bayangkan, setelah melakukan serangkaian kesalahan-kesalahan itu, entah bagaimana, saya bisa dengan santai muncul di hadapan mereka dengan wajah cengengesan. Itu karena mati gaya, tentu saja. Salah tingkah. Pengetahuan saya tidak mencakup bagaimana cara menarik kembali simpati mereka. Kebiasaan buruk saya adalah menunggu dan menunggu sampai kebesaran hati merekalah yang membuat saya kembali diterima.
"That woman deserves her revenge and we deserve to die." [Budd, Kill Bill: Vol I]