Jumat, 10 Oktober 2008

Surat Terbuka


Wahai Agen Asuransi 007
yang saya hormati
di mana saja berada


Melalui surat ini saya beritahukan bahwa dengan sangat menyesal saya, a.k.a Andi Eriawan, tidak akan mengikuti program yang kalian tawarkan. Berikut di bawah ini adalah catatan panjang yang memuat berbagai alasan dan argumentasi mengapa saya menolak untuk bergabung. Karena itu, saya harap surat ini dibaca dengan ditemani segelas kopi kental. Semoga jawaban saya memuaskan dan hubungan kita tetap berteman.

Kamu bilang bahwa jika saya mati, pewaris saya dijamin mendapatkan santunan ratusan juta rupiah.
Lalu saya balik tanya, kalau saya mengikuti program asuransi jiwa ini, setelah saya mati apakah saya dijamin masuk sorga? Kamu jawab tidak.

Kamu bilang bahwa di usia tujuh puluh nanti, saya akan mendapatkan 1 milyar lebih sebagai hasil investasi.
Lalu saya tanya, di usia tujuhpuluh, apa yang bisa saya nikmati dengan uang itu? Kamu diam saja.

Kamu juga bilang bahwa jika saya tidak mengikuti asuransi pendidikan ini, saya akan kerepotan dengan biaya pendidikan anak-anak saya kelak.
Saya beri tahu kamu bahwa, jika diberi kesempatan memiliki anak-anak, saya berencana untuk menyekolahkan mereka ke sekolah-sekolah paling murah. Ke sekolah di mana mereka merasa malu karena uang jajannya paling besar dibandingkan teman-temannya, bukan sekolah di mana mereka malu karena uang jajannya lebih kecil. Ke sekolah di mana mereka merasa malu diantar mobil, bukan ke sekolah di mana mereka merasa malu karena mobilnya butut.

Kamu tanya, apakah saya tidak khawatir mereka tidak sepintar dan sejenius ayahnya?
Saya jawab bahwa saya sama sekali tidak khawatir karena saya sendiri yang akan mengajari mereka di rumah. Memangnya ada guru yang lebih baik dari saya? Meski itu sekolah swasta paling mahal sekalipun?? Meski sekolah yang siswanya sudah menggunakan laptop di kelas hanya untuk pelajaran 'a i u', anak-anak saya akan jauh lebih pintar dari mereka semua. Wong, saya adalah guru bagi anak-anak saya.

Bagaimana dengan biaya kuliah mereka?
Saya akan memberi kesempatan seluas-luasnya pada mereka. Mereka boleh kuliah di mana saja. Kuliah subuh, kuliah tujuh menit, kuliah di negeri, swasta, negeri asing. Asal biaya sendiri. Kalau saya ada uang sisa, mereka boleh meminjamnya.

Kamu tanya, kalau saya mati, apa yang akan saya wariskan jika tidak ada asuransi jiwa?
Saya jawab, saya akan wariskan kepada anak-anak saya intelejensi, daya tarik, sifat ksatria, kesabaran, cinta sesama, kesederhanaan, keceriaan, pandangan hidup yang kokoh, murah senyum, mata yang berbinar-binar dan hati yang begitu besar untuk dibagikan pada semua orang.

Kamu bilang lagi bahwa premi asuransi investasi yang ditawarkan begitu ringan.
Iya, saya akui. Tapi yang ringan-ringan itu sangat berat bagi mereka, mereka yang tidak mampu sekolah. Tidak mampu beli buku. Tidak mampu menyiapkan makanan untuk besok. Maka, yang bagi saya ringan-ringan itu, lebih baik saya investasikan pada mereka saja. Investasi tersebut menjaminkan saya masuk sorga setelah saya mati. Bunga investasinya pun menarik: minimal 1000%. Jumlah preminya terserah saya, semampunya.

Bagaimana dengan biaya rumah sakit jika kamu sakit? Anak istri sakit?
Akan saya bawa ke uskun. Ustadz dukun.

Surat Terbuka


Wahai Agen Asuransi 007
yang saya hormati
di mana saja berada


Melalui surat ini saya beritahukan bahwa dengan sangat menyesal saya, a.k.a Andi Eriawan, tidak akan mengikuti program yang kalian tawarkan. Berikut di bawah ini adalah catatan panjang yang memuat berbagai alasan dan argumentasi mengapa saya menolak untuk bergabung. Karena itu, saya harap surat ini dibaca dengan ditemani segelas kopi kental. Semoga jawaban saya memuaskan dan hubungan kita tetap berteman.

Kamu bilang bahwa jika saya mati, pewaris saya dijamin mendapatkan santunan ratusan juta rupiah.
Lalu saya balik tanya, kalau saya mengikuti program asuransi jiwa ini, setelah saya mati apakah saya dijamin masuk sorga? Kamu jawab tidak.

Kamu bilang bahwa di usia tujuh puluh nanti, saya akan mendapatkan 1 milyar lebih sebagai hasil investasi.
Lalu saya tanya, di usia tujuhpuluh, apa yang bisa saya nikmati dengan uang itu? Kamu diam saja.

Kamu juga bilang bahwa jika saya tidak mengikuti asuransi pendidikan ini, saya akan kerepotan dengan biaya pendidikan anak-anak saya kelak.
Saya beri tahu kamu bahwa, jika diberi kesempatan memiliki anak-anak, saya berencana untuk menyekolahkan mereka ke sekolah-sekolah paling murah. Ke sekolah di mana mereka merasa malu karena uang jajannya paling besar dibandingkan teman-temannya, bukan sekolah di mana mereka malu karena uang jajannya lebih kecil. Ke sekolah di mana mereka merasa malu diantar mobil, bukan ke sekolah di mana mereka merasa malu karena mobilnya butut.

Kamu tanya, apakah saya tidak khawatir mereka tidak sepintar dan sejenius ayahnya?
Saya jawab bahwa saya sama sekali tidak khawatir karena saya sendiri yang akan mengajari mereka di rumah. Memangnya ada guru yang lebih baik dari saya? Meski itu sekolah swasta paling mahal sekalipun?? Meski sekolah yang siswanya sudah menggunakan laptop di kelas hanya untuk pelajaran 'a i u', anak-anak saya akan jauh lebih pintar dari mereka semua. Wong, saya adalah guru bagi anak-anak saya.

Bagaimana dengan biaya kuliah mereka?
Saya akan memberi kesempatan seluas-luasnya pada mereka. Mereka boleh kuliah di mana saja. Kuliah subuh, kuliah tujuh menit, kuliah di negeri, swasta, negeri asing. Asal biaya sendiri. Kalau saya ada uang sisa, mereka boleh meminjamnya.

Kamu tanya, kalau saya mati, apa yang akan saya wariskan jika tidak ada asuransi jiwa?
Saya jawab, saya akan wariskan kepada anak-anak saya intelejensi, daya tarik, sifat ksatria, kesabaran, cinta sesama, kesederhanaan, keceriaan, pandangan hidup yang kokoh, murah senyum, mata yang berbinar-binar dan hati yang begitu besar untuk dibagikan pada semua orang.

Kamu bilang lagi bahwa premi asuransi investasi yang ditawarkan begitu ringan.
Iya, saya akui. Tapi yang ringan-ringan itu sangat berat bagi mereka, mereka yang tidak mampu sekolah. Tidak mampu beli buku. Tidak mampu menyiapkan makanan untuk besok. Maka, yang bagi saya ringan-ringan itu, lebih baik saya investasikan pada mereka saja. Investasi tersebut menjaminkan saya masuk sorga setelah saya mati. Bunga investasinya pun menarik: minimal 1000%. Jumlah preminya terserah saya, semampunya.

Bagaimana dengan biaya rumah sakit jika kamu sakit? Anak istri sakit?
Akan saya bawa ke uskun. Ustadz dukun.

Rabu, 08 Oktober 2008

Penuaan Dini



Beberapa hari yang lalu, saya berulang tahun.
Saya bertambah tua
Tubuh semakin membungkuk
Perut membuncit
Uban di mana-mana
Rambut menipis
Keriput di tiap sudut
Pandangan semakin mengabur
Syukurnya,
Gairah sex justru meningkat tajam

Seperti tahun lalu, kawan-kawan mengirimkan ucapan selamat
dan sama dengan tahun-tahun sebelumnya
berdoa agar saya segera menikah

Saya jawab dalam hati,
"Iman kalian coba periksa. Doanya belum terkabulkan juga."

Ya, Allah. Ya, Robbi.
Limpahkan rezeki kepada mereka
Agar amplop yang mereka berikan
Pada pernikahan saya tahun depan
SANGAT TEBAL

"It takes a long time to grow young..."
[Pablo Picaso]

Penuaan Dini



Beberapa hari yang lalu, saya berulang tahun.
Saya bertambah tua
Tubuh semakin membungkuk
Perut membuncit
Uban di mana-mana
Rambut menipis
Keriput di tiap sudut
Pandangan semakin mengabur
Syukurnya,
Gairah sex justru meningkat tajam

Seperti tahun lalu, kawan-kawan mengirimkan ucapan selamat
dan sama dengan tahun-tahun sebelumnya
berdoa agar saya segera menikah

Saya jawab dalam hati,
"Iman kalian coba periksa. Doanya belum terkabulkan juga."

Ya, Allah. Ya, Robbi.
Limpahkan rezeki kepada mereka
Agar amplop yang mereka berikan
Pada pernikahan saya tahun depan
SANGAT TEBAL

"It takes a long time to grow young..."
[Pablo Picaso]

Minggu, 05 Oktober 2008

Putriku, Aisa (2)




Aisa, sayang.
Besok bapak berulang tahun. Kado apa yang sudah kamu siapkan? Bapak harap kado kamu tidak seperti yang selama ini ibumu berikan. Seleranya aneh. Waktu ulang tahun ke-22, masa bapak dihadiahi boneka? Setahun kemudian, bapak menerima cd lagu padahal bapak ngga punya mesin pemutarnya. Lalu ada sebatang cokelat yang menyebabkan bapak tumbuh lima jerawat. Salah satunya di pantat. Pernah juga bapak menerima novel Harry Potter 2, sedangkan nomor pertamanya belum bapak baca. Tapi, sayang, jangan pernah ceritakan ini pada ibumu. ya. Bagaimana lagi. Bapak tetap suka dengan yang gratis-gratis.

Aisa Adinda Kita.
Sejujurnya, sejak kemarin malam bapak sedang kesal sekali. Sangat kesal. Kamu tahu siapa penyebabnya? Ibumu. Tidak, tenang, Aisa. Bapak tetap cinta dan setia. Akh, kamu pasti akan kesulitan untuk mengerti hubungan kami. Nanti, setelah tiba waktunya kamu akan mengerti. Karena itu, tadi malam bapak mencari pelampiasan. Kamu tahu, Aisa, apa yang bapak lakukan jika sedang kesal? Makan. Tidak. Bukan sembarang makan. Yang bapak makan adalah makanan mahal, kurang enak dan tidak kenyang.

Karena itu, sayang, jika kelak kamu menikah dengan seseorang, pastikan lelaki itu tahan iman menghadapi segala sikapmu. Jika tidak, anak-anakmu seperti kamu jadinya. Kamu terpaksa disekolahkan di sekolah yang murah biaya. Bagaimana lagi. Tabungan bapak banyak dihabiskan di restoran-restoran.

Putriku, Aisa (2)




Aisa, sayang.
Besok bapak berulang tahun. Kado apa yang sudah kamu siapkan? Bapak harap kado kamu tidak seperti yang selama ini ibumu berikan. Seleranya aneh. Waktu ulang tahun ke-22, masa bapak dihadiahi boneka? Setahun kemudian, bapak menerima cd lagu padahal bapak ngga punya mesin pemutarnya. Lalu ada sebatang cokelat yang menyebabkan bapak tumbuh lima jerawat. Salah satunya di pantat. Pernah juga bapak menerima novel Harry Potter 2, sedangkan nomor pertamanya belum bapak baca. Tapi, sayang, jangan pernah ceritakan ini pada ibumu. ya. Bagaimana lagi. Bapak tetap suka dengan yang gratis-gratis.

Aisa Adinda Kita.
Sejujurnya, sejak kemarin malam bapak sedang kesal sekali. Sangat kesal. Kamu tahu siapa penyebabnya? Ibumu. Tidak, tenang, Aisa. Bapak tetap cinta dan setia. Akh, kamu pasti akan kesulitan untuk mengerti hubungan kami. Nanti, setelah tiba waktunya kamu akan mengerti. Karena itu, tadi malam bapak mencari pelampiasan. Kamu tahu, Aisa, apa yang bapak lakukan jika sedang kesal? Makan. Tidak. Bukan sembarang makan. Yang bapak makan adalah makanan mahal, kurang enak dan tidak kenyang.

Karena itu, sayang, jika kelak kamu menikah dengan seseorang, pastikan lelaki itu tahan iman menghadapi segala sikapmu. Jika tidak, anak-anakmu seperti kamu jadinya. Kamu terpaksa disekolahkan di sekolah yang murah biaya. Bagaimana lagi. Tabungan bapak banyak dihabiskan di restoran-restoran.

Jumat, 03 Oktober 2008

Sleepless




Tadi malam saya ngga bisa tidur. Bukan. Bukan karena mikirin kamu. Tapi, karena kamar saya ngga rapi. Itu aja.

"Life is something that happens when you can't get to sleep."
[Fran Lebowitz
]