Jumat, 03 Oktober 2008

Sleepless




Tadi malam saya ngga bisa tidur. Bukan. Bukan karena mikirin kamu. Tapi, karena kamar saya ngga rapi. Itu aja.

"Life is something that happens when you can't get to sleep."
[Fran Lebowitz
]

Sleepless




Tadi malam saya ngga bisa tidur. Bukan. Bukan karena mikirin kamu. Tapi, karena kamar saya ngga rapi. Itu aja.

"Life is something that happens when you can't get to sleep."
[Fran Lebowitz
]

White Flag

tiba-tiba
kamu mengajak kita melihat laut bersama
sialan
apakah kamu tidak tahu
cuaca memburuk akhir-akhir ini
angin bertiup kencang menerbangkan apa saja
ombak pasang hingga beberapa meter tingginya
nelayan saja sampai terhalang mencari nafkah
dan kapal-kapal laut terpaksa ditambatkan di dermaga


hey, kamu
perempuan yang pernah kuceritakan pada dunia
semua telah usai
segala telah usang
bendera putih sudah cukup lama dikibarkan
aku telah lama menyerah

peperangan ini
kamu pemenangnya

White Flag

tiba-tiba
kamu mengajak kita melihat laut bersama
sialan
apakah kamu tidak tahu
cuaca memburuk akhir-akhir ini
angin bertiup kencang menerbangkan apa saja
ombak pasang hingga beberapa meter tingginya
nelayan saja sampai terhalang mencari nafkah
dan kapal-kapal laut terpaksa ditambatkan di dermaga


hey, kamu
perempuan yang pernah kuceritakan pada dunia
semua telah usai
segala telah usang
bendera putih sudah cukup lama dikibarkan
aku telah lama menyerah

peperangan ini
kamu pemenangnya

Kamis, 02 Oktober 2008

Minal Minul

Sampailah saya pada bagian yang paling menyebalkan dalam berlebaran, yaitu memaafkan. Tiba-tiba saja saya dituntut untuk memberi maaf pada mereka. Kesalahan segunung, minta dihapus dengan modal sms di bawah seratus perak. Itu pun tanpa menyebutkan nama saya, menandakan sms tersebut dikirim secara massal ke banyak orang.

Saya... seorang saya... mereka sama ratakan dengan lainnya?

Termasuk kamu, yang tiba-tiba muncul di malam buta. Minta maaf saja tidak cukup. Apalagi sampai minta oleh-oleh.

Huh!

Jika memaafkan semudah mengirim sms, tentu para polisi, jaksa penuntut, hakim, satpam dan hansip akan berubah profesi menjadi penjual voucher pulsa. Dan para penjual voucher pulsa akan merajalela di mana-mana.

Minal minul wal paijul
Mohon mangap lebar-lebar

Semoga bla bla bla


Kosong-kosong, ya..

"I'm sorry I can't help myself, I'm in love with you.”
[anonymous]

Minal Minul

Sampailah saya pada bagian yang paling menyebalkan dalam berlebaran, yaitu memaafkan. Tiba-tiba saja saya dituntut untuk memberi maaf pada mereka. Kesalahan segunung, minta dihapus dengan modal sms di bawah seratus perak. Itu pun tanpa menyebutkan nama saya, menandakan sms tersebut dikirim secara massal ke banyak orang.

Saya... seorang saya... mereka sama ratakan dengan lainnya?

Termasuk kamu, yang tiba-tiba muncul di malam buta. Minta maaf saja tidak cukup. Apalagi sampai minta oleh-oleh.

Huh!

Jika memaafkan semudah mengirim sms, tentu para polisi, jaksa penuntut, hakim, satpam dan hansip akan berubah profesi menjadi penjual voucher pulsa. Dan para penjual voucher pulsa akan merajalela di mana-mana.

Minal minul wal paijul
Mohon mangap lebar-lebar

Semoga bla bla bla


Kosong-kosong, ya..

"I'm sorry I can't help myself, I'm in love with you.”
[anonymous]

Minggu, 28 September 2008

Waiting for Godot















"Menunggu itu sebagian dari kencan."

[Haruka, H2]

tapi, kok lama ya...