Jumat, 06 Juli 2007

what came with love is lost


seandainya nanti

kudiberkati dengan putera-puteri
kan kuceritakan tentang engkau, bunda
seorang perempuan mulia
baik tingkah maupun rupa

seandainya kelak
anak-cucuku terlahir ke dunia
kan kudendangkan syair-syair
tentang indahnya ku di masa kecil
di mana engkau, bunda
adalah cahaya di rumah kita

seandainya dulu
kuciumi surga di telapak kakimu
akankah kita bersama, bunda
sehari lebih lama?

seandainya waktu itu
kutunaikan nasihatmu
mungkinkah tercapai, bunda
usiamu limapuluh dua?

bunda,
tak ada penyesalan
terlahir dari rahimmu...

Terimakasih kepada teman-teman, sahabat dan kerabat yang telah turut mendoakan kepergian ibunda tercinta.

Best regards,
Andi Eriawan

what came with love is lost...

what came with love is lost


seandainya nanti

kudiberkati dengan putera-puteri
kan kuceritakan tentang engkau, bunda
seorang perempuan mulia
baik tingkah maupun rupa

seandainya kelak
anak-cucuku terlahir ke dunia
kan kudendangkan syair-syair
tentang indahnya ku di masa kecil
di mana engkau, bunda
adalah cahaya di rumah kita

seandainya dulu
kuciumi surga di telapak kakimu
akankah kita bersama, bunda
sehari lebih lama?

seandainya waktu itu
kutunaikan nasihatmu
mungkinkah tercapai, bunda
usiamu limapuluh dua?

bunda,
tak ada penyesalan
terlahir dari rahimmu...

Terimakasih kepada teman-teman, sahabat dan kerabat yang telah turut mendoakan kepergian ibunda tercinta.

Best regards,
Andi Eriawan

what came with love is lost...

Minggu, 27 Mei 2007

My 2nd Novel

Setelah always, Laila (GagasMedia, 2004) dan melewati berbagai episode yang panjang juga melelahkan, diselingi intrik, drama dan kekerasan, serta tetesan darah, keringat dan airmata. Akhirnya, novel ke-2 saya terbit juga:




My 2nd Novel

Setelah always, Laila (GagasMedia, 2004) dan melewati berbagai episode yang panjang juga melelahkan, diselingi intrik, drama dan kekerasan, serta tetesan darah, keringat dan airmata. Akhirnya, novel ke-2 saya terbit juga:




Jumat, 27 Oktober 2006

mangaf

JIKA memaafkan itu semudah membuka mulut
tak ada gunanya polisi dan jaksa penuntut...

Selamat merayakan Hari Iedul Fitri 1427 H
mohon mangaf selebar-lebarnya...

mangaf

JIKA memaafkan itu semudah membuka mulut
tak ada gunanya polisi dan jaksa penuntut...

Selamat merayakan Hari Iedul Fitri 1427 H
mohon mangaf selebar-lebarnya...

Minggu, 05 Maret 2006

would you...?

Aku sungguh kesulitan untuk mengakhiri kisah -- yang entah kita beri nama apa -- ini. Perjalanan yang menyenangkan, bukan? Dan cukup menyenangkan untuk diceritakan pada orang-orang. Setidaknya, bagiku demikian.

Aku sudah mengenalmu dalam berbagai versi. Sejak keceriaan yang polos, keramahan tanpa basa-basi, jari-jari yang cekatan, mood yang tak tentu, hingga sorot mata yang sering membuat bulu kuduk berdiri.

Tapi, hingga saat ini, kau masih saja nilai aku tak bisa mengerti. Memang aku cukup bebal untuk bisa mengertimu dalam waktu sesingkat itu! Dan salahmu yang menyelimuti diri dengan misteri. Juga teka-teki.

Untung saja aku cukup sabar. Toh, jalan kita masih panjang. Aku masih punya waktu empat-lima puluh tahun ke depan untuk memecahkan misteri dan teka-teki itu.

Jadi, bersedia kamu kunikahi?