Kamis, 28 Mei 2009

Masih Ada, Om...




Jika berbicara tentang pekerjaan kantor, saya seperti berhadapan dengan tembok, atau serasa laksana benteng catur yang meringkuk saja di kotak paling sudut. Inilah satu-satunya bagian dari dunia saya di mana saya sungguh merasa sepi berada di sana. Nyaris tak ada teman untuk saling bercerita, berdiskusi atau sekedar mengeluh akan soal yang begitu sulit dipecahkan sendiri.

Tidak pernah terpikir dahulu bahwa kelak saya akan bekerja di sebuah perusahaan yang orang banyak ragu akan eksistensinya.

“Masih ada, gitu? Bukannya sudah bangkrut?”

Tidak pernah terpikir dahulu bahwa kelak saya akan bekerja di sebuah perusahaan yang pihak bank akan ragu untuk memberikan pinjaman atau kredit cicilan.

“Ada pekerjaan lain?”

Ya. Bahkan pernah di suatu masa, sebuah bank lebih mempercayai profesi pengojeg dibandingkan profesi saya dalam kelayakan pengajuan cicilan. Bukan saya merendahkan para pengojeg. Tidak sama sekali, jauh dari itu.

Apakah saya merasa kecewa? Sedih? Rendah diri?

Sebagai manusia biasa, tentu saja, ya.

Tapi, kembali saya meyakinkan diri bahwa saya bukanlah manusia biasa. Kenapa? Karena saya adalah salah satu dari sedikit sekali dari mereka yang tidak peduli dengan tuntutan sosial sekitarnya. Karena saya adalah salah satu dari sedikit sekali dari mereka yang bisa melepaskan diri dari kebergantungan pada hal-hal yang bersifat kebendaan, trend, dan pendapat banyak orang yang belum tentu benar. Saya telah memilih untuk menjadi orang bebas dari itu semua.

Meski, mungkin, baru mencapai tahap pura-pura.





Jadi, setiap kali ditanya di mana saya bekerja, jawab saya adalah,

“PTDI Masih Ada.”

Dan untuk sekedar info, gaji kami baru saja naik bulan ini.

Om...






“If you are a minority of one, the truth is the truth.”
[Mahatma Gandhi, Gandhi]






7 komentar:

Putri mengatakan...

setiap yang roboh akan kembali menata diri untuk berdiri lagi..

Tetap semangat...

salam kenal, pak

Anonymous mengatakan...

azki likes this!!
:)

Anonymous mengatakan...

ohh.... masih ada tho... :)

nengnduts mengatakan...

That's exactly what I want to ask. Does PTDI (really) still stand? and do u really have willingness to stay there? For the rest of your life?



Mari yuuk, pindah ke bank aja yuk. Sama-sama BUMN, nih ;P

Andi Eriawan mengatakan...

"Does PTDI (really) still stand?"
iya, neng dut2. masih ada. kan saya calon pemimpinnya mendatang.

"Do u really have willingness to stay there? For the rest of your life?"

kamu ih, seperti nanya, "Do you take me as your wife for the rest of your life?"


kan ga mungkin saya jawab di muka umum. malu...

Hendra mengatakan...

Kalo saya malah dibilang sama temen kantor, "kamu kalo ditanya orang kerja dimana jangan bilang pegawai d*p yah" :))
cak mano dengan kak diah tu?. salam kenal kak.

travellous mengatakan...

PTDI apa sih?