datanglah pada hari perkawinan kami
lihat si tante menangis haru
paman-paman tertawa kecil
para ponakan berlarian
tatkala menyaksikan
kami berdua dipersatukan
dan kelak putra-putri kami
terlahir, tumbuh,
dan bahagia
kisah ini takkan pernah lelah
untuk diceritakan
hingga rambut yang memutih
berjalan yang tertatih
tuhan, biarkan cinta kami
lulus teruji
dan yang kami pertengkarkan hanyalah
siapa yang lebih mencintai siapa
Bukan.
Bukan hendak mengundang kalian.
Juga bukan tentang pernikahan saya.
Sekedar absen di blog belaka.
"Hadir, Bu..."
4 komentar:
Kereeeeen! seperti biasa kamu memang pengarang novel pujaan saya Ndi! selalu buat saya kagum ama tulisan2 mu yang khas!
iya juga gpp Kang, jangan malu2 :D
ngaku aja kenapa sih! :D
Ntar di undangan dipakein poto ga ?
Posting Komentar