Rabu, 13 Agustus 2008

Gundul Pacul

Akhirnya...
Setelah berjibaku dengan "the man on the mirror", si gua, saya, a.k.a Andi Eriawan, memutuskan untuk... MENGGUNDULI KEPALA.

Tiga tahun dalam masa gondrong, memaksa saya untuk keramas hampir tiap hari. Padahal, pada dasarnya, saya adalah orang yang... jarang mandi. Ini bukan saya, saya pikir. Pantas saja saya merasa ada yang keliru. Meski, tentu saja, rambut saya bebas dari kutu.

Jadilah, seminggu kemarin saya digunduli.

Mutilasi rambut dimulai dengan penuh khidmad, pada mulanya. Diawali tekad baja dari rumah, hati saya tiba-tiba gentar sewaktu memasuki sebuah barbershop di kawasan dekat Taman Lalu Lintas, Bandung. Bagaimana tidak?! Sewaktu kaki melangkah masuk, saya tidak hanya disambut hembusan pendingin ruangan, tapi sapaan seorang makhluk manis bernama perempuan. Untuk sesaat saya hanya berdiri mematung, mungkinkah saya salah masuk salon?

Setelah melihat beberapa pelanggan lelaki mengantri, akhirnya saya sadar bahwa barbershop tersebut memang diperuntukkan khusus lelaki, tapi si tukang cukur adalah seorang cewek manis. Sendiri. Aih, malu untuk mengakui. Dalam hati, saya tidak jadi digunduli. Karena itu, sambil menunggu giliran, saya buka beberapa majalah.

Gaya rambut F4, Kangen Band atau Duran-Duran, ya?










Satu jam berlalu. Saat nyaris kesabaran habis, akhirnya tiba juga giliran saya. Saya berdiri dengan gagah. Dalam hati, gaya rambut Tony Leung dalam Infernal Affair menjadi pilihan pertama.

Kaki saya melangkah menuju kursi dengan dada berdebar, seperti terpidana mati menuju tempat duduk yang bisa disetrum. Satu, dua. Lalu tiba-tiba pintu barbershop terbuka dan seorang laki-laki masuk.

"Papa, lama sekali, sih."
"Tadi macet, Ma."

Lelaki itu beralih pada saya, mempersilakan duduk. "Mau dipotong gimana, Mas?"

Dipotong leher kambing!

"Gundul," jawab saya mantap.










“Just cause you wear sunglasses don’t mean you’re blind, ese…”

5 komentar:

kita mengatakan...

yiippiieee..the first nih aye...

hehe

hhahahahahaha!!!!gila!!!

jadi yang cukur bukan si cewek ntu ya mas???

sayang sekali...anda kurang beruntung...coba lagi lain kali...wkwkwkw!!!!

travellous mengatakan...

aaah kecewa saya, gak ada kelanjutan cerita batik korpri sesuai yang dijanjikan (secara saya penyuka cerita sampean) :p

Btw, plis cek my blog (lot of review book, included yours)

cory mengatakan...

Hwoa!..tnyata beneran di gundulin rmbtnya, krain itu cm pic yg jmn dlu..jadi g mirip sma.. lagi dh.
tapi gpp jd kyk MABA kok..

laila mengatakan...

sayang ya...padahal udah ngarep2 dipotong rambutnya sama mbak yang cantik, hihihihi

Ajebab mengatakan...

huwahahaha.... seep Bro'!
Gunduli saja rambut itu, sampo sekarang mahal.
Ah, atau setidaknya hilangnya beban di kepala itu membuat isi kepalamu juga tambah ringan...
Rambut hilang..., ketombe hilang,... kerak di belakang jidat juga hilang.
Hidup BIKSU SHAOLIN! Sancai.... sancai.... DERITA CINTA MEMANG TIADA AKHIR nDI. Bruwakakakakaka