“I mean, you’re sittin’ on a winning lottery ticket. You’re too much of a pussy to cash it in.”
Good Will Hunting
Beberapa bulan terakhir ini adalah masa-masa yang amat melelahkan bagi saya. Selain perut yang semakin tebal dan dompet yang kian menipis, waktu tak ada dan uang tak punya, rasa bahagia pun menjadi hal yang semakin langka. Tujuan menjadi tidak jelas, dan langkah kaki entah hendak ke mana.
Baru sekali terjadi dalam hidup ini, ingin rasanya menyerah saja.
Dibesarkan oleh dua pedagang yang merintis usaha mereka sejak nol besar, rasanya hidup ini selalu dipenuhi dengan semangat perjuangan tanpa kenal lelah. Jatuh-bangun, dalam bentuk apa pun, selalu siap untuk dihadapi. Setidaknya, begitulah yang selama ini selalu saya percaya.
Lalu semua terbuyarkan. Perlahan pada awalnya, lalu tiba-tiba mengalami akselerasi yang sangat tinggi. Seperti... tiba-tiba menemukan kesalahan yang sangat mendasar pada tatanan hidup yang selama ini coba dibangun. Keyakinan luluh-lantah.... keyakinan pada diri sendiri.
Sementara, jika saya tidak sombong, apalagi yang saya punya, bukan?
Semuanya berawal ketika saya mencoba untuk lupa; menghapus ingatan akan sebuah nama dan sebentuk senyuman. Juga gerak-gerik dan gelak tawa. Langkah kaki, postur tubuh serta kedip mata. Tentu saja, termasuk suaranya. Dan tidak ketinggalan hangatnya kopi, semangkuk mie dan agar-agar yang pernah dibuatnya.
Terasa berlebihan, memang. Tapi bagaimana lagi. Ada hal-hal yang berkaitan satu dan lainnya.
Sabtu, 26 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
10 komentar:
Tulisanmu bagus bro', begitu juga novel-novelmu. Narasinya menukik, menyentuh, intens, juga kocak. Kadang terpikir oleh saya, apakah kamu pernah mengalami sedikit saja dari yg pernah kamu tulis, hingga cerita itu begitu hidup.
Dua kali saya mengajukan novel(yg berbeda) ke Gagasmedia, dan dua-duanya ditolak. saya perbaiki lagi, dan saya ajukan lagi ke penerbit lain. Namun percuma saja, sebab hasilnya sama. Sempat terpikir oleh saya utk membakar saja dua naskah setebal 170 dan 140 halaman itu. Mungkin saya tdk punya bakat dibidang ini.
Kang Andi, kalau boleh saya tanya, berapa kali anda ditolak oleh penerbit, sebelum novel pertama anda diterbitkan??
ah senangnya tau ternyata saya tidak sendirian merasakan "hal" itu di dunia ini...
Terus berjuang Ndi... memang banyak yang harus dikorbanin dalam mengejar impian, termasuk ditinggalin wanita yang dulu pernah mencintai kita, tapi sekarang lari karna tidak jelasnya masa depan. halah jadi curhat euy.
Ndi urang jadi jomlo deui euy ayeuna... parah...
wew...saiah belum pernah merasakan ditinggal wanit yang saiah cintai..tapi kalo diliat di film2,,pasti sakit banget ditinggal seperti itu ya???
so keep on moving aja!!!
btw,,blognya saiah link ya!!!ditunggu link baliknya...
jadi om andi lama menghilang karena patah hati yah.. bagus deh deh gw pikir jadi korban multilasi nya ryan he he he
om.... tulisannya sedih bgt sih, kalo ini bisa membantu ( kata2 ini gw dapat dari seorang teman dikala gw patah hati ) dia bilang
" hati, tubuh ini punya elo. mutlak punya elo. Ibarat rumah orang keluar masuk kerumah elo karena elo ijinin, dia masuk kerumah elo karena elo ijinin,elo biarin. Sekarang elo mau sedih juga karena elo mau, tidak seorangpun berkuasa atas hati elo, cuma elo dan pencipta elo yang berkuasa akan rumah elo "
gitu loh om...dari pengalaman sih tenang aja time will heal everything he he he
welcome to the club, kang Andi,,
hehe.
tapi kata temen saya,
Sometimes you loose some to get something more
or
even sometimes you loose much and just get some…
kenapa ya..
kok semua nyangka saya lg patah hati..
ada yg salah dengan kalimat2nya, ya?
maas map ternyata sayah sudah membelokkan arti tulisan Andi.
Yang patah hati mah sayah bukan Andi hihihi.
sorry ndi ah :)
Hebat! Untuk sekadar membusungkan dada nggak semua orang mampu loh...:)
andi, apa kabar? :)
Waah kang Andi lama menghilang ternyata lagi byk masalah tho, ak kira knapa2 (padahal emang knapa2 juga ya) :p
so, how's ur day? keep rock'n ya!!!
Posting Komentar