SUDAH tiga kali dalam dua bulan terakhir ini saya "bersua" dengan grup band Letto, khususnya Noe sang vokalis. Sebuah pertemuan yang menyenangkan. Cukup menyenangkan hingga ingin saya ceritakan.
Mengenal Noe tidak jauh berbeda dengan mengenal seorang mahasiswa asal Jogja, menurut saya. Meski beliau mengaku dibesarkan di Lampung, kuliah di Kanada, dan menjadi selebritis dalam 1-2 tahun terakhir, dialek Jowo-nya tetap begitu kental. Seorang yang cerdas, sederhana dan rendah hati. Berbeda dengan saya yang cerdas, miskin dan sombong.
Tapi memang sejak dulu sekali saya cukup menggemari ayahnya, Emha Ainun Nadjib. Jujur, bukan dalam masalah agama, tapi saya sangat menyukai salah satu karya puisinya (yang dengan tanpa ijin beliau telah saya kutip dalam always, Laila--tapi nama beliau tetap saya cantumkan).
akan ke manakah angin melayang
tatkala turun senja nan muram
pada siapa lagu kuangankan
kelam dalam kabut rindu tertahan
datanglah engkau berbaring di sisiku
turun dan berbisik tepat di sampingku
belenggulah seluruh tubuh dan sukmaku
kuingin menjerit dalam pelukanmu
akan ke manakah berarak awan
bagi siapa mata kupejamkan
pecah bulan dalam ombak lautan
dahan-dahan di hati berguguran
Siapa sangka, tiga tahun kemudian, saya bertemu Noe, anak dari Emha Ainun Nadjib, penulis puisi di atas yang telah saya kutip?!
Karena itu, dalam novel saya berikutnya, saya akan mengutip karya ayahnya Dian Sastro. Siapa tahu, beberapa tahun ke depan saya bisa bertemu dengan puterinya itu.
Jadi, ada yang tahu nama bapaknya Dian Sastro dan apa karyanya?
2 komentar:
Waaaaah ga nyangka blog gw tentang buku Runag Rindu dapat comment langsung dari sang pengarang!!!!!!!
Gw langsung histeris gila! Ampe bikin orang2 di kantor ngiri! Huahahahahahaha(tertawa bangga gitu gw!)
Perkenalkan, nama gw Adisti kerja di sebuah majalah remaja perempuan berinisial "G" di ibukota. Waktu itu buku anda masuk ke redaksi kita untuk di review. Kebetulan gw yg dpt jatah. Awalnya gw ga begitu tertarik. Jujur gw meng-underestimate ide munculnya songlit. Apalagi ceritanya tentang cinta, haduuuh males bgt deh! Abis cerita cinta yg entah kenapa selalu hepi ending, menurut gw itu suatu pembodohan. Tapi krn media gw adalah media remaja putri yg suka bgt dgn cinta2an, ya mau tak mau gw bacalah.
Dan ternyata nih buku kaseeeeeeeeep pisaaaaaaaaaan!!!!!! Itu pertama kalinya gw meriview buku dan langsung gw kasih nilai bintang 4, nilai tertinggi di review media kami.
Gw langsung merekomendasiin ke temen2 kantor gw buat baca nih buku. Dan tentu saja mereka pada suka semua!!!! Bahkan teman gw si Asri yg dapat tugas wawancara Letto bilang ke mereka gara2 buku itu dia jadi pengen ke Garut. Lettonya sih ketawa2 aja, secara mereka sendiri ga ngerti soal Garut.
Eh inti dari comment gw ini apa ya? Kok gw jadi muter2 gini?
Pokoknya ai laik yor buk veri mach!!!!!
Terus berkarya ya!!!
PS: Kita sekantor pada curiga kalau isu patah hati yg kronis itu pengalaman pribadi anda ya? Maaf ya klo menyinggung... hanya pertanyaan penasaran dari seorang fans
Kalo nanti ketemu tetep bole foto bareng kan? Bole dooong ;-D
Wah Bang, yang daku tau dengan sangat fasih adalah nama Bapak Daku sendiri,...
wkwkkwkwkwkkkk
;P
Posting Komentar